Injil dirobah.


Allah mengajarkan kepada Isa putra Maryam Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan Allah menjadikan beliau sebagai Rasul bagi bani Israil. Beliau datang kepada mereka dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat). Selain itu, beliau juga datang kepada mereka untuk membenarkan Taurat yang datang sebelumnya.

Dalam al-Qur’an Allah menceritakan tentang orang-orang dari golongan Yahudi yang berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.

Perhatikan uraiannya di sini:

http://perhatikanlah.wordpress.com/2010/04/07/menulis-kitab-dengan-tangan-sendiri-berkata-ini-dari-allah-padahal-bukan/

Maka dari itulah, Isa putra Maryam diutus bagi bani Israil, salah satunya adalah untuk membenarkan Taurat yang datang sebelumnya. Namun apa yang terjadi sekarang? Penting untuk kita ketahui bahwa, perbuatan merubah ayat-ayat Allah ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang kafir yang merubah Taurat di zaman dahulu saja. Kebiasaan berdusta kepada Allah ini, bahkan dilakukan pula oleh orang-orang kafir sepeninggalan Nabi Isa. Dengan kata lain, Injil yang membenarkan Taurat pun isinya dirobah. Coba perhatikan kelakuan orang-orang kristen setelah Taurat dan Injil dirobah. Mereka malah menjadikan kitab-kitab terjemahan sebagai pedoman hidup mereka. Dan yang lebih parah adalah, mereka mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut adalah Injil. Seperti al-kitab yang digunakan oleh orang kristen, dengan menggunakan bahasa Indonesia. Atau Bible yang digunakan mereka dengan berbahasa Inggris.

Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa mereka mengambil kitab terjemahan tersebut sebagai pedoman hidup dan mengatakan bahwa kitab tersebut itu bisa disebut Injil, sedangkan mereka tidak tahu seperti apakah kitab Injil sebelum isinya dirobah?

Contoh: Mana yang lebih dahulu diciptakan, pohon atau manusia?

a. Pohon diciptakan sebelum manusia diciptakan (Kejadian 1:11-12, 26-27)

b. Manusia diciptakan sebelum pohon diciptakan (Kejadian 2: 4-9)

Dari dua keterangan yang kontradiksi tersebut, manakah yang merupakan terjemahan ayat Injil?

Karena itulah kita memerlukan naskah Injil yang aslinya. Dan bisa jadi keduanya tidak tertulis dalam Injil. Namun masalahnya adalah dimanakah naskah kitab-kitab tersebut sekarang?

Jika kita ingin memperbaiki kitab Taurat dan Injil, maka kita harus membuang semua tulisan dari manusia yang dicampurkan kedalam kitab tersebut. Dan untuk melakukannya, tentu kita harus tahu mana yang dari manusia, dan mana yang dari Allah.

Perhatikanlah ayat-ayat mark 2: 16-18 berikut:

(16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

(18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Keterangan ini menyatakan bahwa, mereka yang percaya dan dibaptis akan bisa berbicara dalam bahasa yang baru bagi mereka. Ayat ini tidak terbukti, saya punya kenalan yang percaya dengan ajaran ini, tapi dia mengaku bahwa dia tidak bisa bahasa arab.

Keterangan ini menyatakan bahwa, mereka yang percaya dan dibaptis, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. Ayat ini tidak terbukti, banyak orang yang percaya pada ajaran ini yang pergi kedokter jika mereka sakit.

Apakah ayat-ayat ini adalah ayat-ayat Injil?

Karena itulah kita memerlukan naskah Injil yang aslinya. Supaya kita tahu mana yang dari manusia, dan mana yang dari Allah. Namun masalahnya adalah dimanakah naskah kitab-kitab tersebut sekarang?

Published in: on April 6, 2010 at 3:27 pm  Komentar (34)  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.