Siapakah Paulus?

Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid yang diambil dari dua belas suku Israel untuk membantu dakwanya :
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia

Dalam keterangan tersebut Paulus tidak ada?

Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai mereka mengikuti apa yang mereka tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
http://putramaryam.wordpress.com/2009/12/18/sungguh-telah-kafir-orang-yang-berkata-bahwa-allah-ialah-almasih-putra-maryam/#comment-506

About these ads
Published in: on Januari 14, 2010 at 10:54 am  Comments (98)  

The URI to TrackBack this entry is: http://putramaryam.wordpress.com/2010/01/14/siapa-paulus/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

98 KomentarTinggalkan komentar

  1. What many Christians fail to realize is that the
    earliest written documents about Jesus occur nearly
    20 years after his disappearance by a man named Paul.
    Just who was this man Paul?
    Read on http://www.why-christians-convert-to-islam.com/paulmythmaker.html

    • wew

      • alice, anda fotonya bersinar. seperti foto model…wew

  2. Hadir, mengunjungi sahabat dan bertanya kabarnya.

    • ka Fitri, saya baik. bagaimana kabar anda?

  3. weitz.. siapa bilang Paulus murid Yesus?
    Paulus itu salah satu orang yang mau membunuh para pengikut Nya, tapi sebelum ia berhasil mencapai tujuannya, matanya dicelikan..

    • Jika demikian, berarti Paulus itu orang jahat?

      Padahal, sudah banyak dari masyarakat yang percaya padanya.

      • Paulus itu seorang agawaman Yang berikrar demikian:

        TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG ESA…

        dan karena YESUS mengproklamirkan bahwa IA ADALAH Pengejawantahan TUHAN yang tidak terlihat itu, yang otomatis mengproklamirkan diri sebagai ALLAH, maka PAULUS berang dan marah… Paulus persis seperti teman2 penganut ALLAH ESA yang membawa pedang dan amarah….

        Ketulusan PAULUS menganut ajaran ALLAH ESA itulah yang membuat dia beringas membunuh pengikut YESUS (Pengikut YESUS percaya kepada proklamasi YESUS)…

        sampai YESUS menjamah PAULUS secara luar biasa…. YESUS berkata.. “AKULAH TUHAN yang ESA ITU………”.

        Dan karena Paulus penganut ALLAH ESA, maka ia-pun percaya.

        Semoga penganut-penganut ALLAH ESA di berbagai forum ini mengalami perjumpaan dengan SANG ESA… pertama melalui ajaran-ajaran yang benar… Yaitu YESUS telah datang, mati dan bangkit dan naik ke sorga…

  4. Paulus di dalam agama kristen mempunyai posisi yang sangat penting. Segala sesuatu yang menyangkut keagamaan lebih banyak dihubungkan dengannya bila dibandingkan dengan yang lain. Surat Paulus merupakan penjelasan dan dijadikan sebagai kaidah kaidah keagamaan kristen. Surat tersebut antara lain:
    – Surat Paulus kepada jemaat Roma
    – Surat pertama kepada jemaat Korintus
    – Surat kedua kepada jemaat Korintus
    – Surat Paulus kepada jemaat Galatia
    – Surat Paulus kepada jemaat Efesus
    – Surat Paulus kepada jemaat filipi
    – Surat Paulus kepada jemaat Kolose
    – Surat pertama kepada jemaat Tesalonika
    – Surat kedua kepada jemaat Tesalonika
    – Surat pertama kepada Timotius
    – Surat kedua kepada Timotius
    – Surat Paulus kepada Titus
    – Surat Paulus kepada Filemon
    – Surat Paulus kepada kaum Ibrani

    Kegiatan Paulus yang sangat banyak dan selalu mengadakan perjalanan ke timur dan ke barat,menyebabkan dirinya tidak menetap di satu tempat tertentu. Bahkan perjalanan baginya merupakan pilar utamanya dalam mengadakan propaganda.
    Kata Kristen diperkenalkan pertama kali oleh Paulus setelah Yesus sudah tidak ada didunia (Kisah Para Rasul 11:26). Sungguh aneh bila kaum Kristen menjalankan perintah paulus padahal dialah yang menganiaya para murid Yesus.
    Paulus juga setuju, bahwa stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar keseluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang shalih menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tapi Paulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan kedalam penjara. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 8 : 1-4)
    Lebih lanjut dalam Kisah Para Rasul 9 : 1-2 dikatakan “ Sementara itu berkobar-kobar hati Paulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa ke majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem”.

    Salah satu ajaran Paulus adalah meniadakan hukum Taurat (Kisah Para Rasul 21:28). Juga Surat Paulus kepada jemaat Galatia 2 : 16 yang berbunyi : “ Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus…..Sebab : “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat”. Padahal dalam hukum Taurat ada hukum-hukum yang baik. Seperti : “Hormatilah ayahmu dan ibumu” (Keluaran 20:12), “Jangan membunuh. Jangan berzina. Jangan mencuri, Jangan mengucapkan saksi dusta sesamamu” (Keluaran 20: 13-16) dll. Coba anda bayangkan jika hukum diatas dihilangkan, tentu masyarakat akan menghadapi masa jahiliyah baru.

    • dan hebatnya Paulus menulis surat2nya itu di penjara, dan ia menyebarkan INJIL dengan pena dan kasih… bukan PEDANG…

      itulah bukti YESUS telah menang atas Paulus…

      • Parhobas, menurutku Mahesa lebih faham tentang urusan ini, jadi sebaiknya kita perhatikan saja penjelasan beliau.

      • Sejurus selepas pemergian Nabi Isa a.s., seorang lelaki berbangsa Yahudi bernama Saulus, seorang yang anti kepada ajaran Nabi Isa a.s. yang asli, telah berusaha untuk memesongkan ajaran Isa a.s. dengan membunuh berpuluh-puluh orang penganut ajaran Nabi Isa a.s. Malah Saulus juga bertanggungjawab di dalam pembunuhan Stefanus, salah seorang daripada pengikut Isa a.s.
        Umumnya telah mengetahui bahawa Paulus sebelum dikenali sebagai pendeta terulung agama Kristian adalah seorang Rabbi (pendeta) Yahudi yang bernama Saul Ben Kissai (Saulus) daripada suku Benyamin. Beliau pernah mendapat pendidikan agama Yahudi di Yerusalem. Di antara para gurunya adalah Gamaliel, seorang pendeta besar Yahudi yang meninggal dunia pada tahun pertengahan kurun yang pertama. Beliau juga pernah menuntut di beberapa buah tempat yang kuat pengaruhnya daripada falsafah Yunani dan Rom. Setelah tamat pengajiannya, beliau telah kembali ke kampung halamannya di Tarsus untuk membantu ayahnya sebagai seorang saudagar dan dalam masa yang sama, Paulus telah berusaha mengembangkan agama Yahudi aliran Farisiyyin kepada anak-anak bangsanya. Agama Yahudi aliran Farisiyyin ini merupakan satu aliran yang paling kuat menentang dakwah yang dibawa oleh baginda Nabi Isa a.s ketika itu.
        Rujuk: KISAH PARA RASUL (22): 3
        Saulus berharap ajaran tersebut akan menjadi semakin lemah lantaran kurangnya sambutan yang diterima oleh masyarakat. Namun yang berlaku adalah sebaliknya. Ajaran Nabi Isa a.s. yang disebarkan oleh para pengikut baginda yang dipimpin oleh Petrus, salah seorang pengikut Isa a.s. yang paling setia, semakin hari semakin berkembang.
        Melihatkan keadaan itu, Saulus menjadi seperti berputus asa, namun niatnya untuk menyelewengkan ajaran Nabi Isa a.s. yang dibawa oleh pengikut-pengikut setia baginda a.s. masih lagi terbuku di hati. Mungkin apa yang timbul di fikiran Saulus ketika itu adalah dengan menghancurkan ajaran Nabi Isa a.s. dari dalam. Maka untuk menyakinkan para pengikut Isa a.s. supaya menerimanya, Saulus harus menunjukkan bukti bahawa dia telah menerima suatu mesej terus dari Nabi Isa a.s. dan dilantik sebagai pengikutnya yang sah. Dengan cara inilah maka bolehlah beliau melakukan kegiatan-kegiatan subversif untuk menghancurkan ajaran Isa a.s. daripada dalam.

    • Sabda Yesus : “ Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Matius 7 : 15)

      Paulus sang Rasul (3 M – 62 M): Nama Ibraninya adalah Saul. Seorang penduduk Roma yang beragama Yahudi, lahir pada tahun 3 masehi di kota Tarsus di sebelah selatan Turki, dari kedua orang tua Yahudi keturunan Ibrahim. Ayahnya adalah orang Persia keturunan Benyamin anak Yakub (Israel) (Roma 11:1). . Dia juga memandang para pengikut Yesus hanya sebagai ancaman agama dan politik terhadap negara. Oleh karena itu dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih dan mengusir mereka baik di dalam ataupun di luar Yerusalem (Al-Quds).
      Dalam perjalanannya dari Yerusalem menuju Damaskus untuk menangkap orang-orang Kristen yang kabur dari Yerusalem, dia berkata bahwa Yesus telah menampakkan diri kepadanya dan menuntunnya ke jalan iman kepadanya (Kisah Para Rasul 22:1-11), dan sejak saat itu Paulus memikul tugas menyebarkan ajaran Kristen, yang mana dia menulis empat belas surat (dengan asumsi bahwa dia adalah penulis surat kepada kaum Ibrani) yang seluruhnya dimasukkan ke dalam Alkitab dan dijadikan landasan di masa yang akan datang -melalui keputusan Dewan Gereja Umum- pembentukan agama Kristen seperti formatnya yang sekarang ini. Sampai-sampai julukan agama Kristen berubah menjadi Al-Masihiyyah Paulus (Kristen Paulus).Paulus berpindah-pindah tempat pada saat penyebaran ajaran Kristen ke beberapa negara (Cyprus, Antiokhia, Yerusalem, Syria, dan Roma), hingga dia mati terbunuh di Roma pada 22 Februari 62 Masehi (Ensiklopedia Encarta). Pendapat lain mengatakan bahwa dia mati pada peristiwa terbakarnya Roma di masa pemerintahan Nero pada bulan Juli 64 Masehi (Kamus Alkitab. Kamus Alkitab juga menyebutkan pendapat Ensiklopedia di atas).
      Pada saat itu, kota Tarsus, kota di mana Paulus dibesarkan, merupakan pusat perkembangan ilmu dan filsafat Stoicisme (ketenangan), yang memfokuskan ajaran-ajarannya pada akhlak, dan aliran Panteisme (Wihdatui wujud). Pengaruh aliran pemikiran tersebut tampak jelas dalam berbagai ungkapan Paulus tentang dasar-dasar ajaran Kristen, seperti yang dijelaskan dalam kamus Alkitab (Halaman: 196). Ini berarti bahwa Paulus memiliki latar belakang budaya filsafat Yunani, dan juga budaya Yahudi (Perjanjian Lama) karena dia orang Yahudi.
      Kami akan memulai dengan menggambarkan Paulus tentang dirinya dalam suratnya kepada penduduk Roma, dia berkata:
      [1] Dan Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul (apostle) dan dikuduskan (separated) untuk memberitakan Injil Allah. (Roma 1:1)
      Dapat kita perhatikan ayat di atas, bahwa ungkapan Yang dipanggil menjadi rasul berarti bahwa kata rasul adalah ungkapan Paulus sendiri. Ini tidak sama artinya dengan kata Rasul untuk Nabi Musa. Bisa jadi maksudnya apostle dalam bahasa Inggris yang juga berarti murid (hawariy) bukan seorang nabi -seperti yang disebutkan dalam teks King James dalam bahasa Inggris- ini merupakan kata yang tepat di dalam menggambarkan hakekat Paulus yang menyatakan bahwa dia adalah seorang murid dan bukan seorang nabi.
      At-Tafsir At-Tathbiqi li Al-Kitab Al-Muqaddas, halaman 2373 menjelaskan arti ayat di atas, “Ketika Paulus seorang Yahudi yang fanatik dan yang suka menindas orang-orang Kristen itu beriman maka Allah menggunakannya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia.

      • Jika benar salah satu ajaran Paulus adalah meniadakan hukum Taurat (Kisah Para Rasul 21:28?). maka ini salah satu bukti bahwa paulus bukanlah seorang Rasul.

        Rosul itu diperintah untuk menyampaikan risalah Allah, masa malah merubah risalahnya?!.

        bicara tentang Rasul kita harus bergembira, karena dahulu putra Maryam pernah menyampaikan berita gembira bagi bani Israil, bahwa akan datang seorang Rasul setelah beliau yang namanya Ahmad. Dan terbukti datang. ini baru Rasul utusan Allah.

        untuk lebih jelas coba perhatikan video dan sedikit keterangan berikut http://putramaryam.wordpress.com/2009/12/17/kabar-gembira-dari-isa-putra-maryam-untuk-bani-israel/

      • dengan pola pemikiran seperti ini,

        lalu jika allah yang berfirman berkata bahwa Ismael yang dikorbankan dan bukan Ishak..

        itu gimana? apakah itu allah?

      • “a”nya harus pake hurup besar Parhobas “Allah” bukan “allah”

      • kita berbeda, dan kami yakin dangan apa yang diturunkan bagi kami. Percaya bahwa yang nabi Ibrahim lihat dalam mimpinya itu adalah Ismail.

      • Kalau Anda berkata kita berbeda, lalu kenapa Anda dengan berani2 mengutak atik Alkitab sesuai selera Anda?

      • karena kami diperintah untuk menolong agama Allah seperti yang dilakukan oleh para pengikut putra Maryam dahulu http://putramaryam.wordpress.com/2009/12/17/kita-diperintah-untuk-menolong-agama-allah-seperti-pengikut-isa-putra-maryam/

      • @Anak Adam,

        Anda melakukan apa yang diperintahkan itu bagus…

        tetapi kalau ada perintah yang mengatakan bahwa Anda harus mengatakan orang jujur adalah pembohong, bagaimana menurut Anda?

      • perintah itu harus kita tolak dengan cara yang lebih baik

      • @Anak Adam;

        lalu siapa menurut Anda yang memerintah untuk mengatakan orang jujur adalah pembohong?

      • tukang fitnah

      • @Anak Adam
        baiklah terimakasih…

        nah sesuai artikel Anda;

        Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid yang diambil dari dua belas suku Israel untuk membantu dakwanya :
        Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia

        lalu Anda lanjutkan;

        Dalam keterangan tersebut Paulus tidak ada?

        Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai mereka mengikuti apa yang mereka tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

        dari pernyataan ini, apakah Anda sedang
        1. menuduh Paulus bukan Rasul Yesus Kristus ?

        2. mengikuti perintah dari “tukang fitnah” yang Anda sebut sebelumnya?

        3. Ada nama Yudas Iskariot di atas, lalu menurut Anda kita lebih layak mengikuti Yudas yang mengkhianati YESUS ketimbang Paulus yang dipilih YESUS untuk mengijili orang non YAHUDI?

    • Demikianlah! Sebenarnya Paulus tidak memiliki risalah khusus. Bahkan tugas utamanya hanya terbatas (menurut pemahamannya) dalam penyebaran kabar gembira dan Injil, seperti yang dikatakannya:
      [19] Oleh kuasa tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dan oleh kuasa roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem ke llirikum, aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. (Roma 15:19)
      Arti tersebut dipertegas kembali dalam ayat berikut ini:
      [16] Kuulangi lagi: Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku pun boleh bermegah sedikit. [17] Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. (2 Korintus 11:16-17)
      Seperti yang kita lihat, bahwa ini adalah ayat yang menegaskan bahwa Paulus bukanlah seorang rasul atau nabi, namun dia berusaha untuk masuk ke dalam golongan nabi, tanpa wahyu. Paulus pun mengakuinya secara terang-terangan (Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh) maksudnya adalah bahwa perkataannya bukanlah wahyu, tapi hanya sekadar kebodohan dirinya, dan dia berhak untuk bangga dengan kebodohannya, seperti yang tertulis dalam terjemahan modern dari ayat tersebut
      [16] Aku mengatakannya sekali lagi: Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku bisa berbangga diri sedikit. (2 Korintus 11:16)Paulus berusaha mengangkat dirinya sendiri, dengan mengaku bahwa dia tidak jauh berbeda dengan seorang rasul yang memiliki keistimewaan, meskipun dirinya sendiri tidak berarti apa-apa, dan meskipun dia membanggakan kebodohannya secara terang-terangan.
      [11] Sungguh aku telah menjadi bodoh, tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. (2 Korintus 12:11)
      Terjemahan terbaru Alkitab memperjelas arti ayat tersebut,
      [11] Sungguh aku telah menjadi bodoh, tetapi kamulah yang memaksa aku. Sebenarnya kamu harus memujiku. Karena aku tidak berbeda dalam segala hal dengan rasul-rasul yang luar biasa itu. (2 Korintus 12:11)
      Seperti yang kita lihat bahwa Paulus mengakui kebodohannya secara terang-terangan, meskipun demikian dia berusaha untuk mendapatkan simpati dan pujian dari masyarakat (Sebenarnya kamu harus memujiku…). Tidak hanya itu, bahkan terkadang dia berbicara seperti orang gila, ketika dia menjelaskan bahwa dia adalah pelayan utama Al-Masih dan terbaik, karena dia lebih banyak memikul beban.
      [22] Apakah mereka orang lbrani? Aku juga orang Ibran. Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham. [23] Apakah mereka pelayan Kristus? -Aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi! Aku banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:22-23)
      Tidaklah benar bahwa Paulus terpaksa mengatakan hal itu, karena orang-orang ragu dengan risalah yang dibawanya. Dalam kondisi apa pun, seorang rasul tidak dibenarkan berbicara seperti orang gila. Bagaimana mungkin orang-orang akan mempercayai perkataan orang gila?
      Paulus berpendapat bahwa dirinya tidak jauh berbeda -sama sekali- dengan para rasul yang memiliki kelebihan, meskipun dia mengakui bahwa dirinya bodoh dan tidak berarti apa-apa! Dan Paulus terus meyakini hal itu, meskipun dia tidak pandai dalam berkata-kata.[5] Tetapi menurut pendapatku sedikit pun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. [6] Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan dalam segala hal. (2 Korintusl 1:5-6)
      Paulus berusaha mencari dukungan orang-orang, meskipun harus membayar mahal, meskipun dia harus melepaskan keyakinan Kristennya, dia rnengatakan:
      [19] Sungguhpun aku bebas dari semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. [20] Demikianlah bagi orang Yahudi aku seperti orang Yabudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. [21] Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. (1 Korintus 9:19-21)
      Ini merupakan ayat yang merefleksikan filsafat Paulus secara umum, dia membaca dengan cara apa saja, dan melalui agama apa saja, demi mendapatkan daya tarik masyarakat dan popularitas mereka (Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat), dia berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan semua resiko, meskipun dia harus tampil seperti penyembah berhala. Secara jelas terlihat bahwa pemikiran tersebut bukanlah wahyu Tuhan, jika hal itu ditinjau dari segala aspek.

      • Paulus ini bukan Rasul coba perhatikan ucapan Paulus [17] Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. (2 Korintus 11:16-17)

        Berbeda RasulAllah Muhammad. tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.

    • . Wahyu Tuhan yang benar (Perjanjian Terbaru) haruslah terbebas dari penerimaan dan penolakan manusia terhadap rasul. Yang wajib dilakukan oleh rasul, hanyalah membawa agama yang benar saja, tanpa melihat apakah agama yang dibawanya diterima oleh masyarakat atau tidak. Bukanlah sikap yang dapat dibenarkan, jika seorang rasul membaca sesuai dengan keinginan suatu kelompok, karena hal yang demikian itu dapat menghilangkan esensi agama dalam tabligh Ilahi. Inilah firman Allah yang khusus diberikan kepada setiap rasul,
      “Jika kamu berpaling, maka sungguh telah kusampaikan kepadamu petunjuk yang aku diutus untuk menyampaikannya. Dan Tuhanku akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.” (Hud: 57)
      Maksud ayat di atas adalah, jika mereka berpaling atau menantang para nabi dan rasul, maka hendaknya nabi/rasul itu mengatakan kepada mereka, “Aku telah menyampaikan apa yang telah ditugaskan kepadaku untuk kalian semua, jika kalian mengambilnya, maka itu adalah sebuah keberuntungan bagi kalian, dan jika kalian meninggalkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan kalian dengan sebuah kaum yang lain, lalu mengadzab kalian, kalian juga tidak akan pernah membuat mudarat kepada-Nya, meskipun kalian meninggalkannya.” Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan hal tersebut silih berganti, untuk menjelaskan kepada kita, bahwa ketika manusia menantang sesuatu yang disampaikan oleh rasul, maka tidak ada kewajiban bagi rasul itu, kecuali menyampaikan saja. Firman Allah,
      “Dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan dengan terang.” (An-Nahl: 82)
      Pemikiran matematis dan redaksi hokum pun terus menetang hal yang terkait dengan maksud di atas, Allah berfirman,
      “Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian terus terang. Dan aku tidak mengetahui apakah ancaman itu sudah dekat atau masih jauh? Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan. Dan aku tiada mengetahui boleh jadi hal itu (penundaan adzab) cobaan bagi kamu atau menjadi kesenangan sampai kesuatu waktu. (Muhammad) berkata: Ya Tuhanku berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami adalah Tuhan yang Maha Pemurah lagi yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan. “(AI-Anbiyaa’: 109-112)
      “Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian terus terang” Artinya: Jika mereka menantangmu, maka katakanlah kepada mereka -sekarang juga- kita akan berpisah setelah sama-sama mengetahui kebenaran, agar mereka memikul dosa-dosa mereka sendiri.
      Saya berharap para agamawan Kristen membandingkan redaksi ini dengan redaksi yang yang dikatakan oleh Paulus sang rasul yang bodoh, plin-plan, dan munafik, yang berbicara seperti orang gila, menurut pengakuan dirinya sendiri. Di dalam Al-Qur’an, kata “berpaling” disebutkan sebanyak 33 kali. Kata tersebut telah membuat diri kita tertunduk menangis kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena kita lalai dalam melaksanakan hak-Nya.
      Oleh karena itu misi yang dibawa oleh rasul, hanyalah sebatas melaksanakan perintah Allah semata, dan hanyalah melaksanakan tugas tersebut dengan ketekunan dan kekhusyu’an, hingga pada tingkatan bergetarnya jiwa dan raga secara bersamaan, seperti firman Allah kepada rasul-Nya,
      “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Al-Hijr: 94)
      Inilah sebuah perintah yang dapat menggetarkan rasul dan para pengikutnya, sehingga hati dan lisan pun sulit mengungkapkan kalimat “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan”, yang tidak mungkin bagi kita memahami arti kalimat tersebut, kecuali setelah menghubungkannya dengan firman Allah, yang menggambarkan refleksi turunnya wahyu kepada gunung-gunung, firman Allah,
      “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur ‘an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21)
      Biarkanlah para agamawan Kristen merenungi kalimat “supaya mereka berfikir” maksud ayat tersebut!
      Pertanyaan yang terlontar sekarang! Apakah Nabi Muhammad berusaha mencari kemuliaan diri dan menarik simpati orang lain, seperti yang Paulus lakukan? Inilah firman Allah di dalam Al-Qur’an,
      “Katakanlah: Upah yang aku minta kepadamu, adalah untuk kamu. Upahku hanya dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Saba’: 47)
      Seperti yang telah kita ketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’alalah yang langsung memberikan ganjaran pahala kepada para rasul. Adapun ganjaran orang yang beriman akan kembali ke dirinya sendiri. Dialah orang yang akan memanfaatkan ganjaran keimanannya dan keselamatan akhirat yang diharapkannya, yaitu dengan tercapainya tujuan dari penciptaan makhluk di dunia ini, yang tercermin dari: Iman yang didasari oleh akal. Maksudnya adalah Iman orang yang berakal dan melaksanakan aturan/syariat (pentingnya melaksanakan amal saleh). Pelaksanaan syariat bukanlah sesuatu yang dibuat oleh manusia, namun itu adalah perintah dan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib kita ikuti, bagi setiap hamba yang beriman kepada-Nya.

      • sesungguhnya Allah telah mengutus para Rasul sebelum Muhammad kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. seperti itu pula Allah memasukkan ke dalam hati orang-orang yang berdosa.Mereka tidak beriman kepadanya dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu.

        وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِن قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا ۙ وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا ۚ كَذَ‌ٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ
        Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
        QS. Yunus (10) : 13
        ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
        Kemudian Kami jadikan kamu pengganti pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
        QS. Yunus (10) : 14

    • Inilah perkataan Allah kepada Musa Alaihis Salam:
      [16] Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. (Ulangan26:16)
      Kita kembali membahas Paulus sang Rasul (atau Paulus seorang hawari [murid Isa]), dia berupaya menolak segala tuduhan kebohongan terhadap dirinya dalam berbagai surat.
      [31] Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. (2 Korintus 11:31)
      [20] Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. (Galatia 1:20)
      [7] Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -yang kukatakan benar dan aku tidak berdusta- dan sebagai pengajar orang-orang yang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (Timotius 2:7)
      Beginilah Paulus membela dirinya sepanjang surat yang telah dibuatnya, dia mengaku bahwa dia tidak berbohong sama sekali, dia pun mempertahankan kebodohannya, seperti yang kita lihat pada ayat-ayat sebelumnya, sebagaimana Paulus meminta kepada orang-orang tentang prediksi kebodohannya.
      [1] Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil ini. Memang kamu sabar terhadap aku! (2 Korintus 11:1)
      Jadi, risalah menurut Paulus hanyalah sekadar persaingan dan perlombaan dalam menafsirkan teks-teks Injil, dengan para pendusta lainnya, seperti dalam teks berikut ini:
      [12] Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan/dibanggakan. [13] Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (2 Korintus 11:12-13)
      Oleh karena itu, Paulus selalu menuduh orang lain berdusta, dan nabi palsu, dengan tujuan -masih menurut pandangannya- membanggakan dan mengaktualisasikan diri sendiri menurut pandangan kontemporer. Maka dari itu, risalah/misi menurut pandangan Paulus hanyalah sekadar perang pemikiran dengan orang lain, untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri (apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan/dibanggakan}.
      Inilah sekilas pandang mengenai Paulus sang Murid (bukan sang rasul), sosok pembentuk akidah Kristen, seperti yang kita lihat sekarang ini. Lihatlah bagaimana dia menggambarkan diri dan sifatnya. Nah, adakah seorang rasul yang berkata kepada kaumnya, “Sungguh aku telah menjadi bodoh tetapi kamu yang memaksa aku” “Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku!” “Aku berkata seperti orang gila!” “Namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu” “Meskipun aku tidak berarti sedikit pun!” “Aku tidak berdusta!”
      Dia pun berupaya untuk mendapatkan kemuliaan dirinya sendiri,“Sebenarnya aku harus kamu puji!” Dia juga senantiasa bertindak munafik di hadapan manusia agar menguasai mereka, sampai-sampai dia rela menampilkan dirinya seakan-akan dia seorang penyembah berhala, “Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat!” Dia ingin menaklukkan orang-orang sekalipun harus membayar mahal, sekalipun harus berpura-pura menjadi penyembah berhala, kafir dan hidup tanpa hukum/syariat! Mungkinkah orang seperti Paulus ini dapat dikategorikan sebagai seorang rasul? Firman Allah,
      “…Tidak adakah di antara kamu yang berakal?” (Hud: 78)
      Lalu, apakah konpensasinya? Di dalam Al-Qur’an Allah menjelaskan risalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam,
      “Dan dia tidak menuturkan (Al-Qur’an) menurut hawa nafsunya. la (Al-Qur’an) tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan. Yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat.” (An-Najm: 3-5)
      Saya berharap sekali agamawan Kristen membaca lagi ayat-ayat di atas beberapa kali, agar mereka dapat memahami artinya. Sadarkah para agamawan Kristen itu, bahwa seorang rasul tidak menuturkan menurut hawa nafsunya? Bahwa yang dibicarakannya itu tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan, dan agama adalah ilmu yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, bukan dengan takhayul, mitos, kebodohan, kejahilan dan bukan upaya untuk mengaktualisasikan diri.

      • Mahesa, jawabannya tentu bukan. perhatikan ucapan paulus ini: “Sungguh aku telah menjadi bodoh tetapi kamu yang memaksa aku Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku!Aku berkata seperti orang gila!Namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu”. Dari keterangan tersebut jelas sekali, paulus menyatakan bahwa dia itu bukan Rasul. dia hanya orang yang tidak mau kalah dengan para Rasul yang hebat itu

    • Jika kita berbicara mengenai surat Paulus, kita tidak menemukan kata “wahyu”, kecuali hanya sekali (Roma 11: 4). Itu pun karena dia berbicara tentang Nabi Elia, bukan tentang dirinya sendiri. Apakah para pembohong ini memperhatikan hal tersebut? Ketahuilah, bahwa seorang rasul sudah seharusnya dibimbing oleh wahyu Tuhan yang benar dalam setiap ucapannya. Firman Allah,
      “Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak menukirkan(nya)?” (Al-An’am:50)
      Saya sangat berharap para pembohong ini mau membaca ayat-ayat di atas berulang kali, sehingga mereka sadar akan kebenaran yang mereka yakini dan mengetahui apa sebenarnya esensi wahyu Tuhan yang benar itu. Oleh karena itu, permasalahan agama adalah permasalahan ilmiah yang dapat dicerna oleh akal dan logika, bukan permasalahn yang dipenuhi dengan kebodohan dan kejahilan. “Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”

      Renungan
      Seperti yang telah kita lihat -pada alenia-alenia di atas- bahwa Paulus, hanyalah salah seorang penyebar Injil, atau malah merupakan salah seorang penafsir Injil perdana. Dia pun mengakui hal itu secara terang-terangan, dan juga mengakui bahwa dia tidak berbicara atas nama wahyu yang turun dari langit, melainkan berbicara atas dasar kebudayaan yang dianutnya yang berkembang pada saat itu (tanpa melihat kebodohannya, yang diakuinya sendiri). Dan, yang kita ketahui -sekarang ini- bahwa Paulus telah menulis empat belas surat (jika kita menganggap dialah penulis surat kepada kaum Ibrani itu), yang telah dimasukkan seluruhnya ke dalam Alkitab, yang nantinya -melalui keputusan Dewan Tinggi Gereja- dinyatakan sebagai dasar ajaran Kristen dalam formatnya sekarang ini. Pauluslah yang menentukan ketuhanan Al-Masih, dia juga yang menyatakan Al-Masih anak Tuhan (Trinitas), dia juga yang mengatakan adanya kesalahan fatal, serta yang mengatakan tentang pengorbanan dan salib, dan pemyataan lainnya. Inilah bentuk ajaran Kristen yang tidak lagi bersandarkan pada Al-Masih, akan tetapi bersandarkan pada Paulus.
      Pertanyaan yang terlontar sekarang!
      Pertama: Bagaimana mungkin seorang agamawan Kristen membiarkan Tafsiran Paulus (surat-surat Paulus) itu menyusup ke dalam Alkitab (tanpa melihat kebenarannya) dan menganggap tafsiran tersebut (surat-surat Paulus itu) sebagai bagian pelengkap dan penyempuma agama Kristen?
      Kedua: Bagaimana mungkin para agamawan Kristen membiarkan pandangan Paulus terhadap agama Kristen, sebagai satu-satunya pandangan yang benar bagi ajaran Kristen, serta memaksakannya kepada semua orang (pandangan yang memformat ajaran Kristen seperti sekarang ini). Bahkan pandangan Paulus tersebut melarang orang-orang memandang Al-Masih dengan pandangan yang sebenamya! Ketiga: Apakah pandangan Paulus itu benar dalam memahami dan menafsirkan ajaran Kristen?
      Kita perhatikan disini, seandainya para ulama Islam mengikuti konsep tersebut di atas, maka sudah bisa dipastikan tafsir-tafsir Al-Qur’an perdana (seperti: Tafsir AthThabari, Qurthubi, Ibnu Katsir dan lainnya) dinyatakan sebagai bagian dari Al-Qur’an itu sendiri. Ini berarti, mencampur-adukkan wahyu Ilahi dengan teks buatan manusia. Namun hal tersebut tidak pernah terjadi dalam ajaran Islam. Begitu juga dengan sunah nabawiyah (segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik berupa perkataan, perbuatan atau diamnya beliau), bukanlah termasuk dari ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan sunah nabawiyah tersebut telah digolongkan dalam suatu cabang ilmu terpisah yang dapat diteliti, diperdalam dan diuji keabsahannya. Sampai-sampai sunah nabawiyah itu dapat digolong-golongkan berdasarkan kepada mutawatir atau tingkatan lainnya oleh para ulama dan agamawan Islam.
      Pada umumnya, kejadian seperti ini bukanlah sebuah keanehan dalam pemikiran Kristen. Karena Injil-injil itu sendiri ditulis tanpa adanya wahyu dari langit (karena kata “wahyu” tidak disebutkan sama sekali dalam keempat Injil yang menyatakan cara penulisan Injil-injil tersebut). Bahkan Injil-injil ini ditulis dalam bentuk cerita yang mencerminkan pandangan sang penulis terhadap kejadian yang berlangsung pada saat kehidupan Yesus. Ini dapat terlihat dengan jelas dalam surat Lukas (Injil Lukas). Injil Lukas, tak ubahnya seperti sebuah surat yang ditulis oleh “Lukas” kepada seseorang yang bernama Teofilus (At-Tafsir At-Tathbiqi tidak menyebutkan hubungannya dengan Lukas) untuk menceritakan kepadanya kejadian yang dilihat pada saat itu, seperti yang ada dalam pembukaan Injilnya yang mengatakan,
      [1] Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang persitiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita. [2] Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. [3] Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, [4] supaya engkau dapat mengetabui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. [5] Pada Zaman Herodas, Raja Yudea, adalah seorang imam bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. (Lukas 1:1-5).
      Bahwa Injil Lukas (Injil ketiga dari Alkitab) mirip dengan sebuah cerita (yang diriwayatkan oleh Lukas) atas kejadian yang terjadi pada saat itu tentang kehidupan Yesus.

    • . Inilah bentuk penulisan Injil yang sama dengan injil lainnya -yang diriwayatkan oleh Matius, Markus, dan Yohanes- yaitu penulisan kisah suatu kejadian yang berlangsung pada saat Yesus hidup, sesuai dengan riwayat sang penulis, tanpa melalui wahyu. Dan tidak disebutkan kata “wahyu” secara jelas di keempat Injil tersebut, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Telah sama-sama diketahui bahwa penulisan injil dimulai antara tahun 70 dan tahun 115, dan tidak seorang pun dari para penulis Injil itu mengenal Yesus Al-Masih atau mendengar pembicaraannya. Begitu pula, Injil pertama kali ditulis dengan bahasa Yunani, padahal Yesus berbicara dengan bahasa Aramaik.
      Di sisi lain, saat kita melihat ke wahyu dalam pemikiran Al-Qur’an (Perjanjian Terbaru), maka kita akan mendapatkan bahwa wahyu teriihat sangat jelas. Tidak ada percampuran ayat dan misteri di dalamnya. Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Rasul-Nya,
      “Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ahzab: 2)
      Konsep wahyu bukanlah pemikiran yang baru dalam agama Islam, akan tetapi merupakan bentuk hubungan antara Allah dan para Rasul-Nya, sama seperti hubungan antara langit dan bumi. Oleh karena itu, Allah berfirman kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam agar mengatakan kepada umat manusia,
      “Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang terang.” (Al-Ahqaf:9)
      Arti rasul dan risalah itu sendiri berbeda di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman,
      “Dan Kami turunkan Al-Qur ‘an dengan sebenar-benamya dan Al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.” (Al-Israa’: 105)
      berikutnya
      “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. 2:79)
      Paulus, seorang dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi dan Yunani atas bangsa Palestina, adalah PEMBOHONG nomor wahid dalam ajaran Yesus, yang telah menyesatkan sebagian umat manusia. Ajarannya, kemudian dikenal dengan sebutan “Kristen”. Ajaran Kristen dan Gereja, sama sekali bukan dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus! Seluruh surat2 Paulus yang berjumlah 14 kitab, yang tergabung dalam Perjanjian Baru, adalah BOHONG BESAR! Agama Kristen, kelahirannya dibidani oleh Paulus dalam GALATIA:
      2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
      Paulus, sama sekali bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus! Bahkan, Paulus pun tidak pernah bertemu dengan Yesus! Paulus adalah seorang penyesat ajaran Yesus demi kepentingan penjajah Romawi dan Yunani yang menguasai Palestina. Ia bukanlah orang dimana Yesus mengemban misinya. Namun demikian, setelah terangkatnya Yesus ke langit, ia mengaku2 sudah bertobat dan mengaku2 sebagai rasul. Padahal, Yesus tidak pernah menyebut, menunjuk, mengenal, mengangkat, dan melihat manusia yang bernama Paulus dari Tarsus! Bahkan, ciri2nya pun Yesus tidak pernah menyebutkannya! Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang “Lukas” yang diberi nama “Kisah Para Rasul” (nama versi Alkitab Indonesia).
      Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Jika kita bahas seluruh ajaran Paulus ini, rasanya terlalu membuang2 waktu, karena akan memakan tulisan yang sangat melelahkan untuk dibaca.
      Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus.

      • orang kristen khususnya sebaiknya mengetahui hal ini.

    • Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA:
      1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
      1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
      1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
      1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
      1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
      1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
      1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
      1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
      1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
      1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
      1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
      1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
      1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
      1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
      Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus
      1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2!
      2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! Silahkan baca: Misi Kerasulan Yesus!
      3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan “dibantai” di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol.Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS:
      5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
      5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
      5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

      • Orang-orang yang mengada-adakan dusta atas Allah tidak akan beruntung.

        ini peringatan. jangan sampai kita seperti mereka yang mendengar kalam Allah kemudian mereka merubahnya setelah mereka menguasainya dan mereka mengetahuinya.

    • Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus.
      Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus:
      1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan.
      1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
      Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel.
      ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
      MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
      MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
      12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
      YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus
      2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting.
      GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
      1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
      Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini?
      Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21).
      KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
      3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa.
      GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
      Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini:
      YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
      MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).
      Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur!
      4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal.
      1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
      Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7);

      • Penjelasan anda ini telah memperlihatkan kepada kami, kerusakan-kerusakan yang terjadi sepeninggalan Isa putra Maryam.

        karena itu, celakalah mereka yang menulis kitab dengan tangannya kemudian berkata :”ini dari Allah” padahal bukan dari Allah.

      • @Anak Adam

        celaka lagi jika menggunakan firman Allah demi kepentingan ajaran yang ada di kepala kita…

      • ya parhobas, anda tahu tentang orang yang tuhannya adalah hawa nafsunya? apakah mereka dapat mendengar?

      • maksudnya?

      • hanya bertanya

  5. @mahesa

    Saya berharap sekali agamawan Kristen membaca lagi ayat-ayat di atas beberapa kali, agar mereka dapat memahami artinya. Sadarkah para agamawan Kristen itu, bahwa seorang rasul tidak menuturkan menurut hawa nafsunya? Bahwa yang dibicarakannya itu tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan, dan agama adalah ilmu yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, bukan dengan takhayul, mitos, kebodohan, kejahilan dan bukan upaya untuk mengaktualisasikan diri.

    coba buat table perbandingan Rasul Paulus dengan Rasul Muhammad…. itu lebih mendidik daripada kita menuduh2…

    saya tunggu

    • anda tidak membaca penjelasan2 Mahesa tersebut dengan benar?

      menurutku Mahesa tidak perlu membuatkannya untukmu. kamu tinggal memahami saja perbedaan itu sendiri dengan membaca keterangan2 yang dijelaskan olehnya.

      yang saya tangkap dari penjelasan Mahesa diantaranya:
      1. Paulus mengaku orang bodoh, sedangkan Allah memerintahkan kita untuk berpaling dari orang2 bodoh.

      2. Rasul itu hanya menyampaikan apa yang diwahyukan padanya. sedangkan paulus malah merubahnya.

      وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
      Demi bintang ketika terbenam,
      QS. an-Najm (53) : 1
      مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ
      kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,
      QS. an-Najm (53) : 2
      وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
      Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.
      QS. an-Najm (53) : 3
      إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
      Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
      QS. an-Najm (53) : 4

      inilah ayat yang menjelaskan kebenaran nabi Muhammad.

      Adapun paulus, dia sesat dan keliru. Dan yang diucapkannya itu adalah menurut kehendak hawa nafsunya.

      itu yang bisa saya cerna dari penjelasan Mahesa.

  6. Diskusi yang menarik,
    kisah dan surat-surat Paulus memang sangat menarik untuk dibaca dan didiskusikan.

  7. Paulus itu orang yang mengubah ajaran Yesus kan? Terus di mana-mana ngaku sebagai orang Ibrani, Rum, Farisi dan lain-lain.

  8. ini mirip dengan ceritera helm di indonesia,
    – aturan memakai helm bukan untuk kepentingan pemerintah, tetapi untuk kepentingan pengendara sepeda motor itu sendiri.
    – dikarenakan kesadaran akan keselamatan belum baik, jadi banyak sekali pengendara sepedamotor yang berusaha melanggar aturan tersebut, bahkan berjuta dalih dikemukakan agar aturan tersebut di cabut saja.

    * ada yang memakai helm mainan sekedar untuk memenuhi syarat memakai helm saja.
    * ada yang nekat tidak pakai helm karena area tersebut tdk banyak polisisnya.
    * ada yang beralasan harga helm bagus mahal, jadi aturan memakai helm itu sangat memberatkan, alias aturannya salah diterapkan di indonesia yang masih banyak orang miskin.
    * dan berjuta-juta alasan lainnya, yang membuat aturan menjadi terlihat salah.

    – jadi sebenarnya aturan memakai helm itu salah atau tidak??.

    • pake helm itu penting walau pun di daerah yang tidak ada polisinya, karena dengan memakainya, kita sudah berusaha melindungi kepala kita jika kita jatuh. kalo orang yang tahu pentingnya, mereka pasti akan menggunakannya, dan tidak suka kebut-kebutan.

  9. * dan hebatnya Paulus menulis surat2nya itu di penjara, dan ia menyebarkan INJIL dengan pena dan kasih… bukan PEDANG…

    * Paulus persis seperti teman2 penganut ALLAH ESA yang membawa pedang dan amarah…

    * coba buat table perbandingan Rasul Paulus dengan Rasul Muhammad…. itu lebih mendidik daripada kita menuduh2…


    – jangankan Muhammad.SAW. sahabatnya saja Ali bin Abu Thalib.RA saat menebaskan pedang diludahi, pedangnya di stop dulu untuk memastikan bahwa menebaskan pedang tidak terkontaminasi emosi sebab di ludahi (padahal tebasan pedang itu sangat cepat, bisa stop dulu), betapa kesadaran yang begitu tinggi terhadap hama emosi, apalagi amarah jauh kali.
    – semua rasul termasuk yesus dakwahnya terbuka tidak sembunyi sembunyi pakai pena, biasanya yang sembunyi-sembunyi itu menyembunyikan sesuatu nggak berani terang-terangan, para gembong juga sukanya sembunyi-sembunyi.
    – menumpas penyakit DB yang dibawa nyamuk dengan membunuh nyamuk tidak berarti benci kepada nyamuk, benci sama DB nya aja, sayangnya si DB di bawa-bawa nyamuk jadi nyamuk pembawa DB nya harus dibasmi.
    – ciri-ciri para rasul itu kami dengar dan kami taat, bukan membalik-balikan ataupun menghilangkan yang sudah dibawa rasul sebelumnya.
    – paulus berusaha membolehkan banyak hal yang tidak boleh sebelumnya, mungkin ini yang disukai banyak orang sebab banyak yang tidak boleh jadi boleh, memang nggak enak banyak yang tidak boleh, sayangnya yang enak-enak itu bikin banyak orang jadi seenaknya.

  10. Yesus dan Paulus hidup di zaman yang saat itu tidak terlibat peperangan dengan bangsa lain, jadi wajar mereka nggak pakai pedang.
    Kalau kita melihat zaman sebelum kemerdekaan RI saat negara kita di jajah Belanda dan Jepang, para pejuang RI melawan dengan senjata. Coba kalau di terapkan berikan pipi kiri apabila pipi kanan ditampar, sampai sekarang kita masih di jajah.
    Seandainya Yesus dan Paulus hidup di zaman perang dengan bangsa lain, saya yakin Yesus dan Paulus juga akan terlibat dalam peperangan tersebut.

    • @Fitri
      Pada saat itu, yaitu saat Paulus daerah Yehuda dan Israel sedang dijajah oleh bangsa Romawi…itulah makanya otoritas agama Yahudi menyerahkan Yesus ke Pilatus, Kepala pemerintahan Romawi atas Yudea, dan itupula kenapa pualus ditawan sampai ROMA, ibukota Romawi, karena Paulus biarpun seorang Yahudi tetapi ia berkewarganegaraan Romawi, dan orang romawi sangat menghargai warganya….

      • Parhobas, benarkah seperti itu?

      • dimananya yang Anda tidak mau terima?

      • Parhobas, mungkin anda harus menulis darimana sumbernya?

      • Oh begitu…

        baiklah, begini:…saya ulang pernyataan saya ke Fitri di atas, demikian:

        Pada saat itu, yaitu saat Paulus daerah Yehuda dan Israel sedang dijajah oleh bangsa Romawi…itulah makanya otoritas agama Yahudi menyerahkan Yesus ke Pilatus, Kepala pemerintahan Romawi atas Yudea,
        bandingkan dengan:
        Matius 27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu

        Matius 14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.

        dan baca sepenuhnya Matius 2, wilayah mana yang dibawahi oleh Herodes…

        dan itupula kenapa Paulus ditawan sampai ROMA, ibukota Romawi, karena Paulus biarpun seorang Yahudi tetapi ia berkewarganegaraan Romawi, dan orang romawi sangat menghargai warganya….

        bandingkan dengan:
        Kisah Para Rasul 16:37 Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu: “Tanpa diadili mereka telah mendera kami, warganegara-warganegara Roma, di muka umum, lalu melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar.”

        jadi dari kutipan2 di atas, dapat diketahui bahwa Wilayah Israel pada masa itu sedang dalam keadaan terjajah…

  11. Paulus yang selewengkan ajaran Yesus dan mencipta Kristian

    Assalaamu’alaikum w.b.t…… Paulus adalah suatu nama yang amat penting apabila bercakap tentang Kristian. Kerana nama Kristian itu sendiri dicetuskan oleh Paulus. Maka tidak ada alasan mengapa kita tidak perlu berbicara tentang Paulus / Paul itu. Kerana ayat-ayat ajarannya di dalam Bible begitu menyeleweng dari ajaran sebenar yang disampaikan oleh Yesus / Nabi Isa a.s.

    Mari kita telusuri serba sedikit tentang sejarah siapa itu Paulus. Paulus berasal dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi / Rome dan Yunani ke atas bangsa Palestine. Ayahnya merupakan seorang Yahudi manakala ibunya adalah Yunani, sehingga pelajaran tentang agamanya diperolehi dari gabungan kepercayaan Yahwe dan Helenisme. Adalah dicatatkan bahawa Paulus tidak disayangi oleh ayahnya , maka dia telah memusuhi ayahnya termasuklah kepada bangsa dan agama ayahnya. Kerana itulah dalam ajaran-ajaran Paulus, beliau mencuci bersih orang-orang Yahudi sehingga kepada Taurat mereka sekali.

    Ajaran-ajaran Paulus adalah sejumlah 14 surat yang terkandung dalam Perjanjian Baru iaitu ;

    Matius , Markus, Lukas, Yohanes, Kisah, Roma, 1Korintus, 2Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1Tesalonika, 2Tesalonika

    Dan mari kita tengok kata asal Kristian itu dari Bible dalam Surat Galatia

    Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.”

    Perkataan Kristus itu dalam bahasa Indonesia manakala dalam English nya seperti ayat di bawah

    016: Knowing that a man is not justified by the works of the law, but by the faith of Jesus Christ, even we have believed in Jesus Christ, that we might be justified by the faith of Christ, and not by the works of the law: for by the works of the law shall no flesh be justified.

    Itulah puncanya diambil perkataan Christian, yang dalam bahasa Melayunya Kristian. Dan kata2 siapakah itu? Tidak lain tidak bukan PAULUS yang Kristian agung2 kan itu.

    Sedangkan mengikut pakar sejarah, Paulus bukan pun anak murid Yesus malah tidak pernah bertemu Yesus pun. Malah apa yang dia lakukan adalah berkepentingan kepada kerajaan Rome, yang mahu menjaga hati rakyat dan bagi rakyat mengikut dan mentaati mereka. Setelah ketiadaan Yesus, Paulus mengaku bertaubat dan mengaku sebagai Rasul. Padahal Yesus sendiri tidak pernah memperkatakan tentang dirinya dan tidak pernah mengenalinya. Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang ‘Lukas’ yang diberi nama ‘Kisah Para Rasul’.

    Lukas ialah doktor peribadi kepada Paulus. Oleh kerana itu, ajaran-ajaran dalam surat Lukas juga adalah dipengaruhi oleh ajaran Paulus. Ini dapat dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenali. Matius menulis Injilnya berdasarkan juga kepada Ur Markus, jadi Matius pun juga menciplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada.

    Paulus tidak pernah bertemu Yesus tetapi mengatakan bahawa kitab yang dia tulis itu adalah diterimanya sendiri dari yesus. Seperti ayat di bawah dalam surat Galatia;

    Galatia 1:12 “ Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.”

    Di sini terdapat kekeliruan tentang Injil yang mana yang dia terima. Jika maksudnya adalah Injil Kanonik yang ditulis oleh 4 penulis itu, maka ianya bersalahan sekali dengan fakta. Kerana keempat-empat penulis itu menulis setelah lama Yesus diangkat ke langit. Mereka tidak menulis ketika Yesus masih ada. Dan sebagaimana yang ditulis dalam keempat injil Kanonik, bahawa Yesus diutus oleh Allah S.w.t untuk menyampaikan ajaran kepada umat sesat Israel. Bagaimana mungkin Paulus menerima WAHYU dari Yesus dan menjadi rasul sedangkan Yesus sendiri adalah seorang Rasul Allah.

    Dan lihatlah lagi dalam ayat-ayat berikutnya yang kononnya dia telah dilantik oleh Yesus untuk melaksanakan ajarannya

    Galatia 1:14 “Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.”

    Galatia 1:15 “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,”

    Galatia 1:16 “berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;”

    Galatia 1:17 “juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.”

    Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel. Manakala penyelewengannya yang lain dalam Korintus

    Korintus 8:6 “namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”

    Perkataan Christ / Kristus itu hanya dimulai oleh PAULUS. Tidak pernah wujud pun pada zaman Yesus masih ada di muka bumi ini. Dan menurut ayat itu juga bahawa Yesus itu adalah Tuhan. Padahal Yesus / Isa a.s hanyalah seorang Rasul ALlah, dia hanya menyampaikan WAHYU dari ALLAH. Dan dalam Injil-injil Kanonik sendiri menyatakan bahawa Yesus hanyalah Rasul Allah kepada umat Israel.

    ULANGAN 4:35 “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. “

    MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

    MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Paulus juga telah mengubah HUKUM bersunat, yang mana dia mengatakan bersunat tidak penting

    1 KORINTUS 7:19 “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.”

    Ianya berbeza sama sekali dengan perjanjian lama

    KEJADIAN 17:14 “Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

    Mari kita pergi secara ringkas tentang penebusan dosa pula, seperti mana yang diajar oleh PAULUS,

    GALATIA 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””

    Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Dan penebusan dosa itu adalah BERTENTANGAN sama sekali dengan kandungan Taurat / Perjanjian Lama

    YEHEZKIEL 18:20 “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”

    MARKUS 10:14 “Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).”

    Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan syurga, yang bererti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Sama dengan konsep dalam Islam yang di ajar oleh Nabi Muhammad S.a.w. Ini lah yang dikatakan bahawa Muhammad juga membawa ajaran yg sama dengan Yesus, tetapi PAUL telah menodainya.

    Dan ayat yang paling mengarut dari PAULUS yang boleh menimbulkan salah faham banyak pihak

    KORINTUS 6:12 “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”

    Ini lah yg menular banyak ke dalam fahaman barat dari dulu hingga sekarang, yang mana sudah banyak bercelaru, kerana terlampau banyak perkara HARAM menjadi HALAL. Apa lagi jika bukan kerana PAULUS yang mereka cipta agama baru yang bernama KRISTIAN??

    Berikut merupakan beberapa lagi ajaran Paulus yang ternyata menyeleweng dari ajaran Yesus;

    I Korintus 1:3 “Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan satu tetapi dua, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak.”

    “Yesus telah disalib, mati dan dikuburkan, bangkit pula pada hari yang ketiga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa. Ia disalib adalah untuk menebus isi dunia ini, sebab sekaliannya telah berdosa, tidak ada seorangpun yang dibenarkan lagi, termasuk dia sendiri dan nabi besar Muhammad s.a.w.” Rum 3:10, Rum 5:8, Galatia 1:4

    Paulus mengajarkan bahawa hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi, sejak penyaliban Yesus di bukit Golgotha. Ia kemudian berpendapat, bahawa hukum Musa adalah sebenarnya sumber segala dosa, dan suatu kutukan yang tiada taranya. (Rum 4 :15, Galatia 3:10, Galatia 2:21). Didalam Galatia 5:4 ia mengatakan: Maka kamu yang hendak dibenarkan oleh Taurat Musa itu, sudah diceraikan daripada Kristus. Juga dalam Rum 7:6, Galatia 3:24 dan 25, Rum 10:4 : Ia menekankan bahawa Yesus itulah penyudah atau penamat Taurat. kecualinya ia halal ataukah haram. (Kisah rasul-rasul 10:10-15)

    Pengakuan tentang apa bangsa Paulus sendiri bercanggah-canggah antara satu sama lain. Sekejap Paulus kata dia adalah orang Rom, sekejap dia kata orang Yahudi dan pada ayat yang lain pula dia mengatakan bahawa dia orang Farisi / Parsi. Mari kita lihat ayat-ayat berikut;

    Kisah 16:38 “ Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rom, maka takutlah mereka.”

    Kisah 22:3. “”Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.”

    Kisah 23:6. Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”

    Ketahuilah bahawa Paulus lah yang mencetuskan konsep Trinity dan Kristian. Trinity tidak akan wujud tanpa Paulus kerana dia lah orang yang bertanggungjawab mengangkat Yesus sebagai Tuhan dan kemudiannya diimani oleh sebahagian besar pengikut Kristian. Mereka semua menjadi mangsa penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Paulus.

    .

    Tambahan

    Perhatikan baik2 pada kata2 PAULUS ini

    Filipi 3:8 Ya, segala sesuatu yang lain tidak berharga, bila dibandingkan dengan besarnya keuntungan yang saya peroleh dari pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan saya. Saya telah mengesampingkan segala sesuatu yang lain dan menganggapnya sampah, supaya saya dapat memiliki Kristus serta
    3:9 menjadi satu dengan Dia. Saya tidak lagi menggantungkan keselamatan saya pada perbuatan baik atau ketaatan kepada hukum Allah, melainkan kepada kepercayaan bahwa Kristus menyelamatkan saya, sebab Allah membenarkan kita di hadapan hadirat-Nya atas dasar iman kita, yaitu berharap hanya kepada Kristus saja.

    .
    Lihatlah BETAPA BERANINYA Paulus berkata demikian. Sedangkan Yesus sendiri perintah kan supaya berbuat baik dan beramal ibadat dan JANGAN UBAH HUKUM TAURAT kerana dia datang bukan untuk MENGUBAH Taurat.

    Tetapi paulus dengan beraninya mengatakan dia TIDAK lagi menggantungkan keselamatan dia pada perbuatan baik atau ketaatan pada HUKUM ALLAH

    Jika TAAT pada HUKUM ALLAH tidak penting, nak TAAT pada HUKUM siapa lagi??

    .
    Lihatlah bahasa yang PAULUS sendiri gunakan. Dan dia mengatakan orang2 jahat yang menyuruh khitan.

    Filipi 3:2 Waspadalah terhadap orang-orang jahat – mereka saya namakan anjing-anjing yang berbahaya – yang mengatakan bahwa untuk diselamatkan Saudara harus dikhitan.

    .
    Tengok ni dia JELAS MENGUBAH HUKUM TAURAT!!!

    Taurat mewajibkan KHITAN , tiba2 datang Paulus mengatakan

    Filipi 3:3 Sebab bukannya pengeratan tubuh kita yang menjadikan kita anak-anak Allah, melainkan penyembahan kepada Dia dengan roh kita. Itulah satu-satunya “khitan” yang benar. Kita orang Kristen bersukacita karena hal-hal yang dilakukan oleh Kristus Yesus untuk kita dan kita sadar bahwa kita tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

    .
    Sesuatu yang lain dari percaya kepada Yesus adalah SAMPAH sahaja bagi Paulus, termasuk HUKUM TAURAT lah agaknya tuu

    Filipi 3:8 Ya, segala sesuatu yang lain tidak berharga, bila dibandingkan dengan besarnya keuntungan yang saya peroleh dari pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan saya. Saya telah mengesampingkan segala sesuatu yang lain dan menganggapnya sampah, supaya saya dapat memiliki Kristus serta

    .

    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristian) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, untuk memperolehi keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” Surah Al Baqarah : Ayat 79

    Wallahu a’lam

    Sumber rujukan:

    1 – AlQuranul Karim

    2 – http://www.bit.net.id/SABDA-WEB/

    3 – http://sabdaweb.sabda.org

    4 – forum.swaramuslim.net

    http://hikmatun.wordpress.com/2008/08/06/paulus-yang-selewengkan-ajaran-yesus-dan-mencipta-kristian/

    • @Anak Adam,

      hati-hatilah kalau mengutip Alkitab…..supaya Anda jangan sampai menjadi pengikut pemfitnah…

      bukti yang perlu Anda teliti adalah:

      kata Anda..

      Paulus yang selewengkan ajaran Yesus dan mencipta Kristian

      sepertinya hanya copas seh…
      tapi coba Anda baca kutipan berikut ini:

      Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

      dan…

      Roma 16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku., —->aku di sini adalah Paulus

      Kristen bukan agama secara hubungan kepada TUHAN, Kristen artinya di dalam Kristus…

      • tentu, saya akan berusaha untuk berhati-hati dalam mengutipnya

      • @Anak Adam;
        Firman Allah yang Anda kutip adalah pedang bermata dua, IA menyegarkan jiwamu tetapi juga bisa membunuhmu, makanya harus hati-hati…

        contohnya,
        Beberapa ayat Alkitab yang Anda kutip di atas, Anda seolah beranggapan Paulus menghapus Hukum Taurat (yang kalau mau jujur, Islam juga menghapus sebagian dan menambahi sebagian dari Taurat, menurut Anda itu tindakan hati2 atau tidak?)

        padahal kalau Anda teliti kutipan Anda sendiri, maka jawaban pasti didapat, yaitu dari Markus 12:29, sangat disayangkan memang Anda memotong ayat itu, padahal itu adalah perkataan yang tidak boleh dipotong, karena itu satu paket percapakan antara YESUS dengan seorang petinggi agama Yahudi…Kalau Anda tidak asal comot di ayat itu, maka Anda akan menemukan ayat ini;
        Markus 12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

        jadi mengasihi ALLAH dan juga mengasihi sesama, itu lebih utama dari korban bakaran, korban sembelihan,..ingat Taurat juga mengajarkan tentang Korban bakaran dan sembelihan…

        aplikasinya, mengasihi orang amerika lebih utama daripada membunuh orang amerika demi ajaran agama,…. mengasihi orang yang tidak seagama itu lebih utama ketimbang mati bunuh diri demi agama…

      • Coba jelaskan keterangan berikut.
        Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.”

      • @Anak Adam;

        Kitab ROMA harusnya menjadi prioritas utama untuk Anda pelajari, terumata pasal 1-9…

        saya sari saja di sini, dan coba Anda perhatikan tingkatan kualitas di dalamnya:

        pertama:
        Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.

        kedua:
        Rom 2:17 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,…

        ketiga:
        Rom 2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,

        keempat:
        Rom 2:20 pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran.

        jadi kalau Anda mendengar, maka lakukanlah, jika Anda melakukan maka bersandarlah jika Anda bersandar maka Anda akan mengetahui kehendak ALLAH, dan jika sudah maka Anda layak menjadi pengajar dan mendidik orang lain…

        nyatanya apa yang terjadi?
        sebaliknya, orang Yahudi malah menyalibkan Mesias? artinya mereka tidak mengenal kehendak ALLAH?…

        lalu kenapa Abraham bisa mengenal kehendak ALLAH padahal TAURAT belum ada?… itulah yang ditekanlah oleh PAULUS di kutipan Anda di atas….
        Perbuatan tidak ada yang sanggup mengubah keputusan ALLAH, melainkan hanya oleh anugerah ALLAH saja… Misalkan gini, di taurat ada tertulis, jangan membunuh… Nah saya yakin ANda bukan seorang pemnunuh, tetapi Anda tidak pernah merasa melakukan taurat bukan? tetapi biarpun Anda melakukan Taurat tanpa sepengetahuan Anda, kalau Anda tidak bisa mengenal Kehendak ALLAH, dalam hal ini tebusan darah oleh YESUS, maka sama saja Anda akan dihukum…

      • yang ini belum dijelaskan
        Coba jelaskan keterangan berikut:
        Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.”

      • @Anak Adam,

        sudah saya jelaskan di bagian paragraf akhir, saya copas ke sini:

        lalu kenapa Abraham bisa mengenal kehendak ALLAH padahal TAURAT belum ada?… itulah yang ditekanlah oleh PAULUS di kutipan Anda di atas….
        Perbuatan tidak ada yang sanggup mengubah keputusan ALLAH, melainkan hanya oleh anugerah ALLAH saja… Misalkan gini, di taurat ada tertulis, jangan membunuh… Nah saya yakin ANda bukan seorang pemnunuh, tetapi Anda tidak pernah merasa melakukan taurat bukan? tetapi biarpun Anda melakukan Taurat tanpa sepengetahuan Anda, kalau Anda tidak bisa mengenal Kehendak ALLAH, dalam hal ini tebusan darah oleh YESUS, maka sama saja Anda akan dihukum…

        Abraham beroleh anugerah bukan karena ia melakukan Taurat, karena Taurat baru ada sekitar 600 tahun di depannya…Jadi keselamatan, anugerah dan sebagainya kita peroleh bukan karena kita melakukan Taurat, melainkan oleh karena ALLAH itu sendiri. Dan karena YESUS adalah ANAK ALLAH, yaitu Firman ALLAH yang menjadi manusia, IA menjadi manusia untuk menebus. Jadi oleh YESUS-lah kita sekarang selamat, bukan oleh hukum-hukum apapun, termasuk Taurat..kalau mas Anak Adam ingat, YESUS pernah berkata:”Hukum teruma yang melandasi Taurat adalah Hukum KASIH, kasihilah Allah dan sesama”… Nah bagaimana kita mengasihi ALLAH kalau kita tidak mengenalNYA? bagaimana kita mengenalNYA kalau ALLAH tidak memperkenalkan diriNYA sendiri? Bagaimana ALLAH memperkenalkan diriNYA sendiri? yaitu dengan menciptakan dan wahyu melalui nabi, serta yang paling utama jika ALLAH sendiri datang memperkenalkan diriNYA…YESUS NamaNYA… saya kira ANda bisa setuju, bahwa Anda akan lebih mengenal bapak Presiden SBY jika ia sendiri datang bercakap2 dengan Anda…

        Jadi tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh karena perbuatan, tetapi oleh hanya karena kasih karunia ALLAH. Karena KAsih ALLAH bukan diperjualbelikan, bukan disuap dan bukan untuk diperdagangkan…Contohnya, bisa Anda buka di:
        Perbuatan apa untuk masuk sorga Guru?

        Note:
        semua contoh di atas hanya untuk membuka pemikiran Anda, untuk lebih jelasnya sebaiknya Anda membaca Alkitab sendiri.. tentu dengan hati yang damai…

      • Pak pendeta,
        yang ini juga belum: http://putramaryam.wordpress.com/jawab-pertanyaan-kami/

  12. Berikut Sebuah tulisan dan ulasan dari seorang Muallaf Alexius Handoko ex. murid Pdt Jusuf Roni STT Apostolos , Jakarta.

    Cara Yesus mendakwahkan Injil berbeda dengan Paulus.
    Paulus menghalalkan segala cara dalam menyebarkan misinya.

    Tidak banyak yg paham, bahkan yg mengaku Kristen , bahwa antara nasrani dan Kristen memiliki makna yg berbeda. Nasrani menunjuk pada ajaran yg dibawa oleh orang yg berasal dari Nasareth yaitu Isa as atau Yesus (Mathius 2:23, 21:11; Markus 10:47).

    Pengikutnya disebut Nashara/Nashoro (Hawariyun) bukan Kristen seperti yg kita kenal.

    Orang Nasrani masih mengikuti mengikuti ajaran tauhid yg diajarkan Yesus (Yohanes 17:3) dan masih menjalankan hukum taurat (Matius 5:17), serta menjalankan ajaran Abraham/Ibrahim yaitu khitan/sunat (Kejadian 17:9), TIDAK MAKAN BABI (Imamat 11:7) dan Tidak minum-minuman keras (Imamat 10:9).

    Setelah Nabi Muhammad SAW datang, mereka meleburkan diri / masuk kedalam Islam (Sejarah Gereja, Dr. Berkhof. Dr . I. Engklaar, BPK, hal 75)

    Sedangkan Kristen adalah keyakinan yg mempercayai Isa as / Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat (Mesias). Keyakinan Ini berasal dari ucapan PAULUS di Antiokia, kira-kira tahuun 40 M setelah Yesus tiada. Pengikutnya lazim disebut orang Kristen. “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen”(Kisah Rasul 11:26).

    Buku materi Pokok Agam Katolik karangan Dra.Damascena Ari Suarso C.B (Karunika, Jakarta 1985, hal 42) menyebutkan , nama Kristen tidak berasal dari Kristen itu sendiri, melainkan diberikan oleh penguasa Romawi saat itu. Nama Kristen oleh Romawi dipakai untuk mengejek orang yg dipandang budak. Sebutan Kristen juga mengandungarti politik sebagai gerakan mesias(ala Ratu Adil atau Juru Selamat ).

    Akidah maupun akhlak diantara keduanya berbeda . Nasrani berakhidah tauhid (meng Esa-kan Tuhan, Tidak ada Tuhan melaikan Allah ) sedangkan Kristen tidak. Dengan meleburnya kaum Nasrani kedalam Islam setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW —-seperti yg dikatakan Dr Berkhof diatas ——- maka setelah itu tidak ada lagi kaum Nasrani dimuka bumi. Yang tinggal hanyalah kaum Kristen, pengikut Pulus. Oleh Paulus, yg juga seorang YAHUDI, ajaran Yesus yang awalnya mengakui ketauhidan(meng Esa-kan Tuhan, Tidak ada Tuhan melaikan Allah ) di RUSAK sedemikian rupa hingga banyak banyak sekali hal-hal yg bertentangan dengan PIKIRAN SEHAT. Ayat-ayat Injil dipalsu sedemikian rupa, disisipi kalimat-kalimat yg saling bertentangan, dan ironisnya itu semua diikuti tanpa reserve oleh para pengikutnya.

    Dalam hal beribadah misalnya. Orang- orang Kristen sekarang ini melakukan dengan berlutut. Padahal nabi Isa as atau Yesus beribadah dengan bersujud (Mathius 26:39) . Yang berlutut dan berdoa adalah cara Paulus (Kis 21:5, Kis 9:40, Kis 20:36 )

    Dalam berdoa,
    umat Kristen tidak menengadahkan tangannya, padahal Yesus melakukan hal itu (Matius 14:19; Timotius 2:8).
    Saat melaksanakan ritual ibadah, Yesus melakukanya seperti umat terdahulu, yakni membersihkan diri dulu atau berwudhu(Keluaran 40:31), melepaskan alas kaki (Keluaran 3:5), dan menghadap kiblat (1 Raja 8:44;48:2 Taw) 6:34-38 ; Mazmur 5:7; Mat 5:17 ). Kini , hal-hal tersebut tidak mereka lakukan lagi.

    Dalam hal kematian,
    Mayat orang kristen mengenakan jas lengkap dan dimasukan kedalam peti mati. Tata cara ini sama sekali tidak ada dalilnya dalam Injil —bid’ah. Nabi Isa atau Yesus ketika wafat dikafani (Lukas 24;12; Yohanes 11:44; Yohanes 20:5)

    Kenaifan dan “lucu ” dalam injil , Diantaranya :
    – Tuhan kalah ketika bergulat melawan Nabi Yacub as. (Kejadian 32:22-27)
    – Anak-anak Tuhan tertarik kepada kecantikan anak-anak manusia, lalu Tuhan Menyesal dan pilu hatinya melihat kejahatan manusia (Kejadian 6:1-8), Malaikat makan roti (Kejadian 19:3)
    – Tuhan punya banyak anak (anak-anak) , mailaikatnya bule ?? (karena makan Roti……)

    Kemudian ,para nabi yang seharusnya dihormati pun dilecehkan dlm injil .
    – Nabi Nuh as. Mabuk-mabukan dan telanjang dalm kemahnya (Kejadian 9:18-27 )
    – Nabi Ismail as , berperangai seperti keledai liar (Kejadian 16: 11-12),
    – Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya (Kejadian 19:30-38),
    – Nai Yakub as. Menipu ayahnya sendiri (Kejadian 27 : 1-46),
    – Yahuda menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38:1-30),
    – Nabi Daud as. Menghamili istri orang yang akhirnya menurunkan Nabi Isa as atau Yesus (II samuel 11:1- 27; Mathius 1;6),
    – Nabi Isa atau Yesus adalah nabi bodoh, idiot, emosional dan berakhlak bejad (Markus 11: 12-14; Yohanes 7 : 8-10; Yohanes 2:4), dan banyak lagi ayat – ayat lain … yg membuat aku selalu bertanya – tanya tentang kebenaran Injil hatiku selalu kecewa dan malu bila membacanya ………

    Lebih gila lagi , Paulus berkata :
    “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin berlimpah kemuliaaNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? “ (Roma 3:7)

    Paulus juga berkata :
    “Tetapi hukum Taurat ditambahkan supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan dimana dosa bertambah banyak, disana kasi karunia menjadi berlimpah –limpah ” (Roma 5:20)

    Itulah sebabnya,dalam menjalankan misinya, umat Kristiani (penyembah Yesus ditiang salib ) mereka sama sekali tidak mengindahkan norma-norma atau hukum yg ada. Semuanya adalah sah . Bahkan dengan semakin banyaknya dosa yg dibuat maka akan kian banyak pula kasih karunia Tuhan berlimpah-limpah.

    POKOK ajaran Paulus intisarinya ada 6;

    – doktrin Trinitas,
    – kepercayaan yg menyebut kan Yesus Juruselamat
    – kepercayaan Yesus mati ditiang salib untuk menebus dosa warisan dari Adam as
    – keyakinan Yesus telah bangkit dari antara orang mati lalu naik kelangit
    – dan kepercayaan Yesus akan datang lagi pada akhir zaman.

    Lantas, siapa sebenarnya Paulus itu yang menjadi “penerus” Yesus ?
    Injil menyebutkan Paulus adalah musuh Yesus yang telah menyiksa para murid Yesus (Kisah Para Rasul 8:1-29; 26:8-11).

    Untuk itu pada saudaraku sebangsa umat Kristiani / Nasrani / Katolik pelajarilah kembali dan renungkanlah Injil yang ada ditanganmu ……dan beranikanlah membaca buku-buku Islam walaupun ada perasaan benci , kesal, jiji, takut, malu, hina,tiada guna, buang-buang waktu ……..seperi yg pernah ku alami .

    Jangalah kau mendengarkan Islam / versi Islam dari lingkungan kalian sendiri …. Memang mungkin banyak umat muslim juga tidak beraklahk Islami (Al-quran dan Al Hadist ) , tapi apakah itu yg menjadi penghalang untuk mengetahui kebenaran Allah dan kehidupan akhirat yang kekal ?….

    Renungkanlah sekali lagi ….semoga anda mendapat petunjuk dari Allah Subhanahuwata’ala .

    Tiada maksud aku menjelek-jelekan Umat Kristen..
    apalagi untuk mempermalukan ……sekali lagi Tidak,
    Tulisan ini adalah sekedar membagi pengalaman dan penegetahuan yang aku miliki

    http://www.swaramuslim.net/islam/more.php?id=628_0_4_0_M

    • @Anak Adam;

      supaya adil, pernahkah Anda menyelidiki sendiri apa saja ajaran yang disampaikan PAULUS, paling tidak dari semua tulisan yang pernah ia tulis di ALKITAB?

      saya perhatikan ANda hanya copas saja,…. coba baca, selidiki, kalau ternyata PAULUS salah, maka ia memang layak dilaknat, tetapi kalau ia ternyata benar maka Anda telah melakukan FITNAH

      • membaca, mendengar dan memahami penjelasan orang-orang tentang Paulus seperti yang saya lakukan ini, bukankah dengan melakukan semua ini berarti saya sedang menyelidikinya?

      • Saya juga membaca penjelasan anda tentang paulus.

      • @Anak Adam

        untuk Paulus, Anda bisa mampir ke blog saya,
        beberapa judul sbb:

        1. Orang ini sudah pasti seorang pembunuh

        2. Kesaksian Paulus diterima Tuhan

        3. Paulus

        tapi itu semua tidak menjadi sempurna, nah yang kira-kira lengkap dan cukup sebagai bukti langsung ke Anda, maka cobalah baca kitab-kitab yang kira-kira ditulis oleh PAULUS oleh Inspirasi ALLAH YANG ESA berikut:

        * Roma
        * 1 Korintus
        * 2 Korintus
        * Galatia
        * Efesus
        * Filipi
        * Kolose
        * 1 Tessalonika
        * 2 Tessalonika
        * 1 Timotius
        * 2 Timotius
        * Titus
        * Filemon

        sebab data paling lengkap adalah dari sumber langsung, bukan dari orang lain, termasuk saya…

        Salam..

      • Sebenarnya yang menjadi TUHAN dalam kristen itu yah paulus dan bukan isa (mesias yang dimiripkan).
        Mengapa kristen masih percaya dengan yang disalibkan,padahal mereka juga paham kalau yang disalib itu mesias dan bukan isa as.

      • @Solikinabadi

        Saudara hanya percaya apa kata orang…

        salam

      • parhobas, apakah paulus itu tidak tahu kelinci jenis hewan apa.

        http://meninggalkan.wordpress.com/2009/12/26/kelinci-ialah-jenis-binatang/

  13. Tambahan

    Perhatikan baik2 pada kata2 PAULUS ini

    Filipi 3:8 Ya, segala sesuatu yang lain tidak berharga, bila dibandingkan dengan besarnya keuntungan yang saya peroleh dari pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhan saya. Saya telah mengesampingkan segala sesuatu yang lain dan menganggapnya sampah, supaya saya dapat memiliki Kristus serta
    3:9 menjadi satu dengan Dia. Saya tidak lagi menggantungkan keselamatan saya pada perbuatan baik atau ketaatan kepada hukum Allah, melainkan kepada kepercayaan bahwa Kristus menyelamatkan saya, sebab Allah membenarkan kita di hadapan hadirat-Nya atas dasar iman kita, yaitu berharap hanya kepada Kristus saja.

    .
    Lihatlah BETAPA BERANINYA Paulus berkata demikian. Sedangkan Yesus sendiri perintah kan supaya berbuat baik dan beramal ibadat dan JANGAN UBAH HUKUM TAURAT kerana dia datang bukan untuk MENGUBAH Taurat.

    Tetapi paulus dengan beraninya mengatakan dia TIDAK lagi menggantungkan keselamatan dia pada perbuatan baik atau ketaatan pada HUKUM ALLAH

    Jika TAAT pada HUKUM ALLAH tidak penting, nak TAAT pada HUKUM siapa lagi??

    =>Mengapa Paulus mengatakan tidak lagi menggantungkan keselamatannya atas ketaatan kepada Hukum Allah?

    Jawabannya adalah sebagai berikut:

    Sebelum bertobat, Paulus adalah anggota orang Farisi.
    Farisi berasal dari kata farash, yang artinya dipisahkan.

    Kisahnya begini:
    Ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan/penawanan Babel, mereka menyadari sepenuhnya bahwa penyebab dari penawanan tersebut adalah pelanggaran mereka atas hukum-hukum Tuhan.

    Oleh karena itu, mereka bertekad tidak lagi akan melanggar hukum Tuhan, agar penawanan tidak terulang kembali. Mereka bertekad akan melakukan seluruh hukum itu dengan detail. Dan, mereka beranggapan bahwa,penurutan akan hukum Tuhan itulah yang menjadi JALAN KESELAMATAN.

    Sudah barang tentu, Saulus sebagai anggota Farisi, meletakkan keyakinan keselamatan jiwanya, sepenuhnyakepada penurutan akan hukum taurat.

    Tetapi setelah Saulus mengenal Kristus dan berobah nama menjadi Paulus, barulah dia mengerti bahwa yang menyelamatkan bukanlan penurutan akan hukum taurat, tetapi yang menyelamatkan adalah PENEBUSAN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH YESUS. Karena tanpa PENEBUSAN itu, sia sialah orang melakukan penurutan akan hukum Tuhan.

    Tetapi ingat saudara saudara………. Tanpa penurutan akan Hukum Taurat itu, penebusan itu tidak akan berlaku bagi seseorang.Sebab tanpa penurutan tidak ada kekudusan, dan tanpa kekudusan, tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

    Salam

    • hh, Parhobas tidak pernah menjelaskan ini sebelumnya pada saya

      • @mas Anak Adam

        Anda bisa mampir ke blog saya, tinggal klik search dengan kata kunci “PAULUS”.

        untuk singkatnya sudah saya cmment di atas, cuman karena ada 3 link jadi butuh moderasi dari Anda..

        salam,

    • Paulus adalah penebus dosa!!!
      Karena dia telah membuat manusia tersesat (kristen),maka dia harus menanggung semuanya!!

  14. @Anak Adam

    dari salah satu artike di blog saya, demikian;

    Inilah Kitab yang diubah Paulus
    List Kitab yang diubah Paulus:

    * Epistle to the Romans
    * First Epistle to the Corinthians
    * Second Epistle to the Corinthians
    * Epistle to the Galatians
    * Epistle to the Ephesians
    * Epistle to the Philippians
    * Epistle to the Colossians
    * First Epistle to the Thessalonians
    * Second Epistle to the Thessalonians
    * First Epistle to Timothy
    * Second Epistle to Timothy
    * Epistle to Titus
    * Epistle to Philemon

    (link : http://en.wikipedia.org/wiki/New_Testament)
    Menurut ensiklopedia agama-agama dunia, kitab Ibrani ditulis oleh Paulus, tetapi sepertinya ditolak oleh beberapa ahli.

    Jadi sebanyak itulah Kitab yang diubah Paulus, ia mengubah khikmat yang dari Tuannya, Kristus, menjadi tulisan. Senjata perangnya adalah pena dan kerendahan hati. Dan oleh pena inilah ia dibenci. Banyak orang dibenci karena berbohong dan berdusta, tetapi banyak orang membenci Paulus karena ia beriman kepada Allah yang esa, karena ia menulis dan karena ia termasuk tersangka utama yang menjadikan Alkitab klop menjadi 66 buah, yang mana Alkitab ini menjadi senjata yang ampuh bagi orang-orang yang seiman dengan Paulus.

    Padalah penuduh tidak tahu.. pengarang Alkitab adalah ROH KUDUS. IA hanya menggunakan otak, tangan, hati, dan jiwa Paulus.

  15. aku kurang paham hal ini..???

  16. Gak usah banyak debat,kita percayai agama dan kepercayaan kita masing2.benar tidaknya kita akan tahu setelah kita mati nanti.kalo q sendiri hanya meyakini cukup islam aja.kalo ada yg yakin pd agama laen,itu hak pribadi masing2.

    • Saudara-saudara yang beragama kristen,pahamilah kitab suci anda secara seksama,jujurlah anda menyikapinya kelak,dan bukan dengan emosional.

  17. Kasihan si Paulus ! TAPIIIII…….., dari Pauluslah saya tahu, keselamatan hanya ada di dalam YESUS, iman di dalam YESUS sebab Yesus sendiri menyatakan bahwa “…keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yohanes 4:22), dan kebenaran hanya di dalam YESUS, karena Yesus berkata; “Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP” (Yohanes 14:6) Hal inilah yang dijelaskan oleh Paulus, benar-benar sangat jelas, bahkan mengenai Hagar dan Ismail, Paulus dengan jelas mengatakan bahwa “..kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka” mau jelasnya baca Galatia 4:21-31. jadi bagi saya tidak kaget kalau umat Muslim membenci si Paulus, karena keturunan hamba perempuan tidak akan mewarisi kekayaan Ibrahim, mereka cukup diberi pesangon, lalu disuruh pergi bin PHK.

    • Kesimpulan Draker adalah :

      Bahwa budak atau pembantu tidak akan bisa masuk ke agama kristen, karena mereka hina dinda dan tidak ada harganya…..hehehehe…..lucu dan rasis sekali…..

    • Semoga anda segera mendapat hidayyah ALLAH SWT untuk menuju jalan kebenaran (ISLAM) atas kekeliruan agama yang anda anut saat ini (kristen),amiin.

      • BENAR APA….?masak surga nya orang muslim,,,penuh dengan bida-dari cantik-cantik yang menuruti sex,,,,untuk kaum laki2,,,,mana ada surga kayak gitu,,,,,,,,surga macam apa itu?,,,,di surga yang benar tidak ada kawin-mengawinkan,,,,,,,,itu nama nya surga hawa nafsu,,,,,beh,,,,,,Al quran top no 1 soal,,,,,,,ke puasan sex,,,,,di surga mikir kayak gitu,,,,apa lagi di dunia,,,,,wih,,,,,mask ajaran kayak gitu di anut,,,,coba baca kitab Injil kamu pasti di berkati luar biasa

  18. Semoga saudara-saudara kita segera mendapat petunjuk dan hidayah Allah SWT, sehingga menjadi mukmin yang benar;
    kalau agama wahyu pasti ajaran aqidah/ keyakinannya sama yaitu tauhid ( mengesakan Allah) baik dzat, sifat mapun perbuatannya.
    Semua Nabi Allah dari Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Isa, sampai Nabi Muhammad SAW mengajarkan ajaran aqidah yang sama persis, yaitu “Tauhid”.

    • Pak solihin, salam kenal. Subhanallah

      • mas tolong jelaskan surga kamu itu lho,,,,,,,yang hanya surga untuk kaum laki2……sex terus mikirnya,,,,,,ini buktinya:Yang Masuk ke Surga Islam di kawinkan dengan bidadari bidadari:Qs 52:17,,,,,,wah-wah surga masak ada kawin mengawinkan,,,,,wih,,,,kayak orang du niawi aja,,,,,,,,,kira2 aq masuk islam dapat bida-dari berapa ya,,,,biar aq kawinin semua,,,,,bila perlu sampai puas,,,,,,,tolong jawab pertanyaan ku,,,,,benar kah surga itu penuh hawa nafsu,,,,,dan ada kawin-mengawinkan,,,,,,,,bukan kan Tujuan kita di sana hidup kekal dan memuliakan Allah………..aq masuk Kristen,,,,,karena ajaran Islam nga benar,,,,,,

    • Assalamu’alaikum mas!!!
      Slm knl yah…

  19. Karena yang mengarang paulus,maka sang jalan kebenaran itu yah si paulus dan bukan isa apalagi nabi isa as,berarti yang dimaksud jesus itu yah paulus.
    Berpikirlah secara logika dan alamiah,bagaimana firman TUHAN bisa direvisi kayak undang-undang,berarti yang direvisi itu murni karena ada campur tangan manusia di dalamnya (paulus).

    • kamu goblok,,,,,ya……..nga ngerti,,,,,,ajaran yang benar,,,,,,Muhamad mu yang kamu banggakan,itu yang nga ngerti ajaran Tuhan Yesus,,,,mana ada Allah yang hanya berdiam di batu hitam,,,,,,,,konsep yang salah,,,,,,,menyembah berhala …..menyembah yang benar adalah menyembah dalam Roh dan kebenenaran,,,,,bukan ke batu hitam,,,,,,yitu didalam Tuhan Yesus Kritus,,,,,yang terkemuka di akhirat,,,,,,alquran kamu sendiri mengatakan,,,,bukan kah begitu brow,,,,,,,,,,

  20. Menarik sekali diskusinya……salam kenal….

  21. Itulah hebatnya aku.kujadikan bangsa2 manusia tersesat scra halus supaya tidak lg mempertimbngkan baik buruknya jalan hidupnya karna aku menjamin yg percaya kepada Yesus akulah jalan menuju kebenaran bahwa benar kalian ug percaya kepadaKu/yessus kujamin masuk neraka jahanam bersama paulus sang iblis

  22. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ
    Salam sejahtera bagi para sahabat,

    Disini saya tidak akan mencampuri dialog antara para sahabat. Tetapi ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama-sama.

    Pertama,
    Kata “Tuhan”, kita orang Indonesia mengatakan Tuhan, disini menyebut Yesus Tuhan, disana membantah Yesus Tuhan. Dalam injil tafsir dlm bahasa Yunani, yang diterjemah oleh Gereja Katolik dari Ende tahun 1965, sebenarnya kata Tuhan bagi Yesus “tidak tepat” karena kata kiriyos dalam bahasa Yunani itu artinya Lord bukan God, atau Tuan bukan Tuhan. Tetapi kata mereka disana, kami segan untuk mengganti kata Tuhan untuk Yesus karena sudah terlanjur umum dipakai. Klo tidak salah baca injil tafsir bahasa Yunani hal 527. Insya Allah.

    Kedua,
    Tentang kedatangan Yesus sudah dinubuatkan Musa dalam Taurat(Ulangan 18:15-22)
    “15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
    16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
    17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
    18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
    19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
    20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
    21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? —
    22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

    Kemudian setelah Yesus diutus ke dunia oleh Allah, di Injil Yesus memperkuat nubuat Musa di dalam Taurat, dengan mengungkapkan jati dirinya dan menjelaskan kunci hidup kekal (kunci masuk kerajaan surga) dalam Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

    Dengan jelas Yesus mengatakan bahwa beliau adalah utusan Allah. Dari ayat-ayat di atas, nyatalah bukti Firman Allah yang dinubuatkan Musa dalam Taurat dengan diutusNya Yesus ke dunia sebagai seorang nabi yang dikarunia Firman Allah ke dalam mulutnya untuk menyampaikan FirmanNya dalam rangka menyelamatkan manusia-manusia yang tersesat dari jalan Allah khususnya bani Israel, yang selama ini ingkar terhadap perintah-perintah Allah dan kepada mereka yang tidak mengenal Allah.
    Bukan seperti yang kita dengar selama ini bahwa Allah berubah menjadi manusia dalam rupa Yesus untuk menyelamatkan dunia dan harus mati di kayu salib sebagai penebusan dosa semua umat manusia. Sungguh hanya setan lah yang berani mengatakan demikian untuk memperdaya manusia yang kurang pengetahuan dan kurang percaya kepada Allah.

    Sesungguhnya tiada seorangpun manusia yang memiliki pengetahuan tentang Allah, Pencipta Semesta Alam. Sebagaimana Firman Allah yang tertulis dalam Kitab Nabi Yesaya 29:16. “Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”?”

    Ketiga,
    Mengenai Paulus dan rekan-rekannya, Yesus sudah bernubuat di dalam Injil Matius 24:4-5
    “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.”

    Dan nubuat Yesus tersebut bisa kita buktikan dalam alkitab siapa orang yang mengatakan Yesus anak Allah dan Yesus adalah Mesias, di dalam Kisah Para Rasul 9:20-22
    20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
    21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?”
    22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

    Dari keterangan ayat-ayat di atas, sudah jelas sekarang siapa Yesus dan siapa Paulus.

    Akhirul kalam, kita tidak usah berdebat kusir untuk membuktikan siapa sebenarnya Paulus.

    Himbauan :
    Bagi umat Kristen, kalaupun masih belum percaya kepada Tuhan, Allah bahwa Allah adalah Esa bukan Tritunggal dan hendak memuja Tuhan selain Allah, tolong jangan pakai nama Yesus karena hal demikian sama saja mencemarkan nama baik seseorang atau biasa kita sebut fitnah karena apabila kita berkata tetapi tidak sesuai kenyataan itu namanya mengada-ada. Atau zaman sekarang lebih trend disebut “pembunuhan karakter”.
    Dan tanpa kalian sadari sebenarnya kalian umat kristen adalah musuh nyata bagi Yesus.
    Sebab Yesus tidak pernah menyeru kepada umatnya untuk menyembah dia, malah menyuruh umatnya untuk menyembah dan melaksanakan perintah Allah saja. Seruan ini ditegaskan dalam Matius 7:21-23 21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Berarti Yesus tidak berkenan dipanggil Tuhan, hanya perintah Allah saja yang harus dilakukan dan orang Ɣªήğ tidak mendengarkan seruannya ini akan dicuekin oleh Yesus dan disebut “si pembuat kejahatan”.

    Dan perlu umat kristen ketahui, di alkitab ada 2 tokoh yang memiliki nama Yesus, baca di Matius 27:16-17
    16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
    17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”

    Dari ayat di atas, sekarang dapat umat kristen pilih tokoh yang mana sebenarnya yang hendak kalian muliakan? Yesus Barabas kah? Atau Yesus yang disebut Kristus?

    Kalau Yesus yang disebut Kristus yang kalian pilih, hendaklah kalian turuti segala perintah dan ajaran-ajarannya. Jangan hanya memuliakannya dengan bibir, tapi tidak dengan hati. Seperti yang dikatakan beliau dalam Matius 15:7-9
    7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
    8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
    9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

    Jadi penekanan dari saya khususnya untuk umat kristen, tolong dibaca sungguh-sungguh segala isi alkitab itu, pahami benar-benar dan yang paling penting jangan membaca alkitab secara acak atau tidak berurutan, upayakan membaca dari mulai Kitab Kejadian hingga Wahyu secara kontinu atau berurutan. Perhatikan betul perintah-perintah Allah dalam hukum-hukum Taurat (Kejadian s.d Ulangan), Kitab Para Nabi dan perintah-perintah Yesus dalam Injil (Matius s.d Markus). Kemudian bandingkan dengan ajaran-ajaran Paulus dalam surat-suratnya kepada jemaatnya (Roma s.d Ibrani).

    Saya tidak berkeinginan untuk menjudge bahwa secara nyata ajaran Yesus orang Nazaret dan ajaran Paulus orang Tarsus itu sangat berbeda, tetapi sahabat sekalian bisa membacanya sendiri di alkitab perjanjian baru.

    Berikutnya bagi umat muslim, selama ini sebagian umat muslim yang belum pernah membaca Alkitab mungkin beranggapan bahwa Yesus adalah penyesat umat, karena mendengar dan melihat umat kristen memuja Yesus sebagai Tuhan.
    Pada kenyataannya tidak demikian, ajaran Yesus adalah ajaran Tauhid (Allah itu Esa). Hal ini ditegaskan beliau dalam Injil Markus 12:29
    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Yesus berkata Tuhan Allah kita, kata “kita” artinya yang berbicara dan yang diajak bicara sama-sama Tuhannya adalah Allah. Diantara ajaran Yesus yang lain adalah mengucapkan 2 kalimat syahadat (bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Yesus adalah nabi\utusan Allah), *waktu itu nabi Muhammad belum diutus ke dunia oleh Allah*, sholat (sujud), puasa, dan zakat.
    Yesus juga suka mengajar di Bait Allah (sekarang Masjidil Aqsa). *baca sejarah Masjidil Aqsa*.

    Dengan demikian nyatalah bagi kita bahwa Yesus adalah seorang yang menyembah Allah atau disebut juga umat muslim.

    Demikianlah yang bisa saya sampaikan,..
    Hanya Allah Yang Maha Mengetahui sagala hal, Segala Puji hanya bagi Allah.

    Sekian dan terima kasih,
    Semoga bermanfaat bagi kita semua, amiin.

    • miss ana, pengetahuan anda baik, semoga bermanfaat

      • Orang Kristen itu semuanya “Bermata tapi tidak melihat,bertelinga tidak mendengar juga tidak memahami”.

  23. balasannya dri pihak kristian mana??
    sudahkah penjelasannya?? ko gak ada balasan lagi ??

  24. Excellent pieces. Keep writing such kind of information on your page.
    Im really impressed by it.
    Hello there, You have performed an incredible
    job. I will certainly digg it and in my view suggest to my friends.
    I am sure they’ll be benefited from this site.

  25. Menyimak diskui di blog ini, sungguh beruntung bagi saya.
    Karena selama sekian tahun saya kurang memahami arti atau pepatah di bawah ini, sekarang menjadi mengerti dan paham mengenai pepatah tsb.:, yaitu pepatah yang menyatakan:

    1). Fitnah lebih kejam dari Pembunuhan, dan
    2). Pena lebih tajam dari pedang!

    Pemahaman yang saya dapat dari pepatah tsb.
    Pertama: Kenapa Fitnah lebih kejam dari Pembunuhan, yaitu: Sebanyak-banyaknya seseorang melakukan Pembuhan, tiadalah artinya (jumlah pembunuhannya) apabila di bandingkan jumlah pembuhan yang di mulai dari Fitnah.
    Paulus telah melakukan banyak fitnah terhadap Yesus. Sehngga dengan fitnahnya tersebut berjuta-juta, bermilyar-milyar manusia pengikutnya (hingga kiamat) hidup dan waktunya menjadi sia-sia, nalar dan hatinya terkunci, dan amalan baiknya didunia menjadi percuma karena pada saat Yesus kembali ke bumi dari surga, mereka semua tidak akan diakui sebagai dombanya yesus. Bukankah hal tersebut lebih menyakitkan, lebih kejam dibandingkan di bunuh!? Bahkan kebiadaban umat kristen pada perang salib, dimulai karena fitnah tersebut. Gara-gara percaya fitnahnya Paulus terhadap Yesus Rasul Allah segolongan umat manusia menjadi hidup kekal dalam siksa neraka.

    Kedua: Pena lebih kejam dari pedang, yaitu: copas aja penjelasan pertama, karena fitnahnya Paulus tidak hanya melalui lisan, tapi juga melalui tulisan di banyak ayat2 alkitab buatannya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kontradiksi atau pertentangan satu-sama lain ayat2nya.

    Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk saudara2, sungguh diskusi yang memberi pencerahan. Semoga Allah membalas segala kebaikan saudara2, Amin!

    Dan sebagai ucapan terima kasih atas diskusinya. Sekiranya berkenan, saya kutipkan ayat2 Al-quran di bawah ini, dan kiranya dapat pula dipergunakan sebagai penutup diskusi.

    Al-Jatsiyah: 23 “Apakah kamu tidak melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Allah telah menyesatkan dia dalam ilmunya dan mengunci mati pendengaran serta telinganya, dan Dia membuat penghalang pada penglihatannya. Maka, siapakah yang akan memberinya petunjuk (setelah Allah sesatkan dia)? Apakah kalian tidak juga mau berpikir?”.

    Al-An’am:46
    Katakanlah! Apa jadinya andaikata Allah mencabut pendengaran dan penglihatanmu serta menutup mata hatimu? Tuhan manakah selain dari Allah yang sanggup memulihkannya. Perhatikanlah, bagaimana Kami telah berulang kali menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami namun mereka tetap berpaling saja.

    Al-Baqarah:6-7
    Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu sama saja; baik engkau beri peringatan atau tidak, namun mereka tidak juga akan percaya. Sebab Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan untuk mereka disediakan siksaan yang amat berat.

  26. sudah tau agama islam yg paling benar masih saja bicara agama kristen…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: